Solar Panel EPC Indonesia
Talk to the expert

Perbedaan Solar Panel Jenis Polycrystalline dan MonoCrystalline

Ketika akan melakukan pembelian Solar Panel yang dipergunakan untuk menghasilkan listrik, pasti anda akan mencoba mencari segala macam informasi mengenai jenis solar panel yang saat ini beredar di pasaran, sekaligus juga kelebihan yang diperoleh dari masing-masing jenis solar panel tersebut. Di pasaran umum, saat ini paling banyak beredar solar panel jenis Monocrystalline dan Polycrystalline. Apa saja perbedaannya? yuk kita simak.

 

Yang pertama adalah Solar Panel jenis Monocrystalline (Mono-kristal), terbuat dari silikon kristal tunggal, baik ditemukan secara alami (sangat jarang ditemukan) atau dibuat di laboratorium. Proses ini dinamakan recrystallising, sehingga pembuatan panel Monocrystalline akan lebih mahal dalam proses produksinya. Panel Monocrystalline memiliki penampang yang halus. Panel Monocrystalline memiliki efisiensi sekitar 15% di 25°C, dan bisa menurun mencapai 50°C sekitar 12 – 15%.

Yang kedua adalah Solar Panel jenis Polycrystalline. Elektron yang ada akan terjebak dalam batas butir kristal individu dalam panel Poli-kristal, hal ini menyebabkan efisiensinya akan lebih rendah. Peringkat efisiensi yang biasanya dimiliki panel Polycrystalline besarnya sekitar 13.5% pada 25 ° C, hal ini akan menyebabkan penurunan sekitar 15 – 25% pada 50°C.

 

Sehingga bisa diambil kesimpulan, bahwa perbedaan utama antara Polycrystalline dan Monocrystalline dari tingkat modul efisiensi dan harga panel ini sangat berbeda. Modul yang dimiliki Monocrystalline lebih efisien akan tetapi harga belinya juga lebih mahal.

Perbedaan lainnya bisa Anda lihat dari warna yang dimiliki oleh kedua panel ini. Modul milik Mono-kristalin berwarna hitam, sedangkan modul milik Polycrystalline berwarna biru. Hal ini juga menyebabkan perbedaan estetika diantara keduanya (modul Mono-kristalin terlihat lebih baik dalam semua sistemnya), dan juga untuk perbedaan kinerja di daerah yang hangat. Sejak absorbes hitam panas lebih mudah, dan karena efisiensi sel surya berkurang pada suhu tinggi, modul Polycrystalline akan terlalu terpengaruh oleh suhu tinggi.

Setelah menggetahui perbedaan di antara kedua jenis solar panel ini, manakah yang akan menjadi pilihan Anda?

Sebenarnya sudah ada jenis baru lagi selain Polycrystalline dan Monocrystalline, yaitu Percium. Solar Panel Percium merupakan panel surya P-TYPE pertama di industri yang melampaui efisiensi konversi 20%, dengan efisiensi konversi rata-rata 20,4%.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Solar Panel EPC, AjiPower selain menyediakan solar panel dengan tipe Polycrystalline dan Monocrystalline, kami juga menyediakan solar panel dengan tipe Percium. Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dari output yang dihasilkan dari pemasangan Solar Panel untuk pembangkit listrik tenaga surya.


Fatal error: Call to undefined function related_posts() in /home/ajipowe1/public_html/wp-content/themes/ajip/single.php on line 16